Menemukan Kesehatan dalam Tanaman Herbal

Judul: Menemukan Kesehatan dalam Tanaman Herbal
Penulis:
Vilma Humaira., M. Farm
M. Saka Abeiasa., M. Biomed
Try Maya Syafputri., S.Tr. Keb., M. Keb
Editor : Prof. Arni Amir., MS
Ukuran/ Hal: A5/ 157 Hal
ISBN: Menunggu Perpusnas

Buku “Menemukan Kesehatan dalam Tanaman Herbal” merupakan sebuah karya komprehensif yang menjembatani kekayaan kearifan lokal (etnofarmaka) dengan kemajuan sains farmakologi modern berbasis bukti (evidence-based). Di tengah meningkatnya tren global Back to Nature, buku ini hadir sebagai panduan rasional dan ilmiah untuk memandu masyarakat dalam memanfaatkan obat alami secara aman, tepat, dan terukur.

Melalui eksplorasi mendalam sebanyak tujuh bab, buku ini mengupas tuntas potensi terapeutik tanaman obat berdasarkan klasifikasi organ fitokimianya:

  • Akar dan Rimpang (Rhizoma & Radix): Menyingkap simfoni kurkuminoid kunyit, efek termogenik jahe, daya hepatoprotektor temulawak, sifat analgesik kencur, hingga aksi ganda antimikroba-gastroprotektor lengkuas.
  • Organ Daun (Folium): Menjelaskan densitas nutrisi daun kelor (superfood), mekanisme andrografolida sambiloto dalam meredam inflamasi sistemik, khasiat daun salam sebagai regulator glukosa-asam urat, revitalisasi saraf oleh pegagan, serta selektivitas sitotoksik acetogenin daun sirsak terhadap sel abnormal.
  • Bunga dan Buah (Flos & Fructus): Menguraikan kekuatan antioksidan ternatin bunga telang, efek kardioprotektif kelopak rosela, modulasi imun buah mengkudu, efikasi anti-hiperglikemia belimbing wuluh, hingga sitoproteksi lambung oleh buah malaka (amla).
  • Struktur Keras (Cortex, Lignum, & Semen): Membahas aktivitas mimikri insulin kayu manis, sifat anti-trombosis kayu secang, stimulasi testosteron pasak bumi, serta keunggulan imunomodulator timokuinon pada biji jintan hitam.

Lebih dari sekadar ensiklopedia tanaman, buku ini membongkar rahasia di balik kecerdasan ramuan tradisional (seperti jamu Cabe Puyang dan Beras Kencur) melalui analisis Network Pharmacology dan prinsip Komplementer Tri-Hulu. Pembahasan ditutup dengan bab krusial mengenai toksikologi, interaksi ramuan herbal dengan obat modern (modulasi enzim CYP450), kontraindikasi absolut bagi kelompok rentan (gestasi, pediatri, geriatri), serta manajemen risiko kontaminan (logam berat, aflatoksin, dan Bahan Kimia Obat/BKO).


Diterbitkan

dalam

oleh

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *